Jurnal Psikologi Psikologi Anak Usia Dini Psikologi Pre Aqil Baligh Uncategorized

Latihan kemandirian

Melatih kemandirian_Level 2_hari#1
👦 kemandirian anak laki-laki usia 9 tahun : bangun tidur subuh sendiri tanpa bantuan ayah bunda
Hari ini kakak belum berhasil bangun subuh sendiri. Bunda masih harus membangunkannya beberapa kali. Alasan kakak, masih mengantuk. Mungkin saja, karena kakak tidur pukul 22.00 tadi malam.

Setelah bunda tanyakan apa yang dapat membantu kakak bangun sendiri, kakak mengusulkan untuk disediakan jam alarm agar bisa bangun sendiri. Dan berjanji akan bangun saat alarm berbunyi dan langsung sholat shubuh.

Baiklah, kita coba. Besok pagi menggunakan jam alarm.

👧 kemandirian anak perempuan usai 7 tahun: berinisiatif merapikan tempat bermain pada pukul 17.00
Kemarin sore, teteh belum bisa menjalankan tantangan ini. Karena kami sedang ada proyek menyiapkan goodie bags untuk anak-anak yayasan dhuafa. Baru selesai pukul 17.30.

Bunda salut dengan inisiatifnya membeli sendiri makanan yang kurang untuk goodie bags. Dengan bersepeda, kakak dan teteh ke mini market terdekat jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Dan pulang dengan sukses, membawa belanjaan sesuai dengan yang dibutuhkan.

👶 kemandirian anak perempuan usia 2 tahun: sukses toilet training.
Dede sudah bisa merasakan bila akan BAK. Biasanya ia akan berteriak memanggil bunda, tapi celananya sudah basah 😅

Tidak apa, bunda mencoba memberi semangat dan mengingatkan kalau dede sudah merasa akan keluar pipisnya segera ke kamar mandi.
Sedangkan BAB, biasanya kalau dede sudah jongkok dan menunjukkan ekspresi wajah ‘lucu’, bunda langsung tanya, dede mau BAB?
Dan langsung membawanya ke kamar mandi.
Kita coba lagi, ya 😊

🙋 melatih kemandirian bunda: mengendalikan emosi saat akan marah
Setelah membuat goodie bags selesai, bunda meminta anak-anak untuk mandi karena sebentar lagi waktu magrib tiba. Saat itu hujan turun, anak-anak minta main hujan-hujanan lalu mandi. Bunda beri waktu 15 menit. Setelah diingatkan, anak-anak mandi.
Saat magrib tiba, kakak dan teteh tidak langsung melaksanakan sholat magrib. Mereka masih asik bermain lego. Bunda panggil, ingatkan, masih juga bermain.

Bunda mulai merasa ingin marah. Akhirnya, masuk ke kamar, mencoba menenangkan diri. Ternyata, apa yang dilakukan bunda dirasakan anak-anak sebagai bentuk amarah. Dan mereka langsung berwudhu lalu sholat.
Saat bunda keluar kamar, anak-anak sedang merapikan mainannya dan bersiap makan malam.
Mmm… terkadang, diam lebih bermanfaat 😊

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *