Psikologi

Ridha dengan Pilihan Allah

Suamiku, terdiam jemari ini mengingatmu. Lelaki 44 tahun ini sudah menemaniku hampir 12 tahun. Belumlah banyak yang kuketahui. Bahkan selalu ada kejutan saat bersamanya.

12 tahun yang lalu, aku menerima lamarannya. Bukan karena terlalu banyak serangan pertanyaan yang menghunjam akal sehatku. Tapi karena hatiku berkata, lelaki ini baik. Itu saja. Wajahnya mencerahkanku dan kata-katanya begitu damai.

Seiring waktu berlalu, kami pernah melalui masa sulit. Ketika kopi itu terasa sangat pahit, hingga aku ingin segera menyeruput habis, agar segera kutemui rasa manisnya.

Entah kala yang mendewasakan kami. Kini, ampas kopinya pun sedia aku manfaatkan. Suamiku, lihatlah kini wajahnya begitu lelah. Aku tahu, ia berusaha mengembalikan kejayaannya. Tapi nikmat ilahi tak bisa dipungkiri. Helai demi helai garis putih mulai bermunculan. Dan aku masih memujanya.

Kian hari kian tinggi capaiannya. Ya Alloh, lindungi selalu suami hamba. Sayangilah ia, berikanlah petunjuk dan hidayah Mu, ya Rahman. Terkadang ada terselip rasa khawatir. Dengan langkah kakinya, arah jalannya, apakah semakin mendekat atau menjauh padaMu, ya Rabbi. Tak sanggup lisan ini berucap, selain doa penuh sepanjang yang hamba mampu. Ingatkan suami hamba saat ia lalai dan salah, ya Alloh. Berilah peringatan dengan kelembutan yang dapat diterima hatinya. Sesungguhnya Engkau Maha Pembolak balik hati manusia.

Entah sudah berapa masa dilalui yang pernah kami jalani dengan perselisihan, perbedaan pendapat, langkah yang tak sejalan, tangan yang tak berjabat. Ya Alloh, beri kami kemampuan menundukkan amarah dan melihat kebaikan pasangan kami. Sesungguhnya dalam hati kami penuh dengan kasih sayang karena Mu. Ya Robbi, kuatkan hamba dalam istiqomah dan kesabaran. Sesungguhnya karena Alloh lah hamba mendampinginya. Tunjukkan jalan lurus Mu, agar hamba senantiasa melihat kebaikan dan menjauhi keburukan.

Dan doaku untuk imam kami, ayah anak-anak kami…Ampunilah dosa-dosanya. Berikanlah ketenangan dan kebeningan dalam hatinya, ya Rahman ya Rahim.

Tunjukkanlah jalan lurus Mu, agar kami selalu mendekat pada Mu. Aamiin yaa robbal’alamiin.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *