Keluarga Embun

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Apakabar semuanya? Alhamdulillah semoga Alloh selalu melimpahkan rahmatNya bagi kita. Aamiin.

Kali ini saya mau cerita tentang misi keluarga kami. Keluarga Qomfit aka Qomar Fitri dengan anggota Najmi, Mayla, Nadine dan Fatih. Bismillah, semata berbagi hanya mengharap ridho ilahi.

Saya menganalogikan keluarga kami adalah keluarga embun. Kenapa embun? Eheheh… Mau tau? Ga mau tau juga gapapa siy. Saya tetap akan memberitahu. Hehehe… (ngapain nanya, dong!)

Hanya menjadi embun, kenapa? Karena kami sadar, takkan mampu menjadi halilintar. Halilintar yang hadirnya cetar membahana. Dengan suaranya, halilintar mampu menarik perhatian banyak orang.

Kami hanya berharap bagai embun, datang memberikan kesejukan. Embun, ada dan tiadanya mungkin tak selalu diperhatikan. Tapi manfaatnya sangat besar. Dengan kelembutannya embun yang senantiasa menetes di atas batu, akan membuat batu itupun melunak. Embun ikhlas ditempatkan dimana saja. Menempel di batu, pohon, kayu. Embun begitu mudah menyesuaikan diri. Tetap bening dimanapun berada. Embun memberikan banyak manfaat bagi tanaman dan hewan-hewan.

Berharap laksana embun, keluarga kami memberikan kesejukan pada lingkungan sekitar dengan senantiasa menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Bersedia dan mampu bertahan hidup dalam situasi apapun. Entah berkecukupan, berkekurangan, susah, senang, di belahan dunia manapun, senantiasa istiqomah berusaha menjalankan rahmatan lil’alamin.

Embun yang iklas menguap kala sang surya menampakkan sinarnya. Laksana pengingat bagi kami, di dunia ini hanyalah sekejap saja. Suatu kala, kita kembali pada ilahi dan ikhlaslah dengan ketetapannya.

Menjadi embun ternyata tidak semudah yang terlihat, ya. Perubahan dari gas menjadi embun, gas dipanaskan sampai pada titik embun. Tidak terlalu dingin, hingga menjadi es. Tidak juga terlalu panas hingga menguap. Dan dari rumah QomFit inilah, kami berupaya mencetak embun-embun kecil. Embun-embun yang senantiasa memberikan kesejukan pada alam sekitarnya. Embun meski tampak rapuh, tapi begitu kuat. Memberi manfaat bagi sesama. Dan menciptakan embun embun kecil ini penuh tantangan dan perjuangan. Melaluinya kadang dengan senyum manis, terkadang ada derai airmata. Selama berpegang pada kekuatan ilahi, selalu memohon rahmah dan hidayah Nya.

Embun hanyalah perumpamaan, memudahkan kami dalam memvisualisasikan visi misi keluarga. Dengan umpama embun, kami bergerak menuju arah yang sama, menoleh pada panggilan yang sama, dan memandang pada perhatian yang sama. Sejatinya, kami hanya lah khalifah Alloh yang berusaha menggapai ridho ilahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *