Apakah si kecil sudah siap sekolah?

Assalamu’alaikum, mama… Apa kabar? Semoga sehat selalu. Aamiin. Di penghujung Agustus, ada artikel lama yang saya tulis menjelang penerimaan siswa baru. Pikir punya pikir, ga ada salahnya dibaca lagi saat ini. Sebagai persiapan tahun depan. Apalagi pada beberapa sekolah, mereka memulai penerimaan siswa baru sejak Desember. Selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Juli, bulan penerimaan siswa baru untuk setiap tingkat pendidikan. Apakah ayahbunda merasa galau, bingung saat akan memasukkan anaknya ke jenjang pendidikan baru. Apakah persiapan sudah matang? Bagaimana menyiapkan ananda untuk masuk jenjang pendidikan? Atau ayahbunda sudah mantap dengan pilihan pendidikan anak?

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita kembali memahami esensi sekolah dan belajar. Sekolah yang kini berarti lembaga pendidikan menjadi jauh berbeda dari arti awalnya. Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

sekolah berasal dari kata school yang artinya waktu luang. Kini sekolah menjadi prime time.

Dalam pemikiran kebanyakan orang, sekolah adalah kegiatan utama seorang anak. Pendapat yang berkembang, bila tidak bersekolah, sang anak tidak akan berhasil di masa mendatang. Benarkah?

Semalah satu pengertian belajar menurut KBBI adalah

berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Proses ini dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dengan berbagai cara tentunya.

Ayahbunda, sebelum memasukkan anak ke jenjang pendidikan baru ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar proses belajar dan pendidikan anak berjalan lebih baik.

Membuat rencana masa depan

Mumpung masih dini, mari merancang apa yang akan dilakukan anak-anak nanti. Bisa dimulai dengan make a dream. Setiap anak memiliki mimpi dan cita-cita yang beragam. Sejalan dengan kemampuan dan kompetensi mereka, tugas ayahbunda adalah membersamai dalam setiap tahap perkembangannya.
Jadikan mimpi dan cita-cita seolah akan menjadi nyata dengan membuat rencana dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapainya.Perbanyak informasi dan referensi yang mendukung. Libatkan anak dalam setiap keputusan. Bagaimanapun, ini adalah hidupnya.

Kenali keunikan anak.

Setiap anak spesial, terlahir dengan keunikannya masing-masing. Dengan memahami potensi dan kelemahan anak, ayahbunda bersama anak dapat lebih fokus pada kelebihan anak agar anak memiliki kepercayaan diri dan menikmati proses belajar yang dijalaninya. Dengan memahami kekuatan yang dimiliki anak, gaya belajar yang khas, maka ayahbunda juga bisa memilah sekolah seperti apa yang sesuai. Apakah home schooling, sekolah alam, sekolah IT, atau boarding school.

Pahami tugas dan tahapan perkembangan anak.

Setiap fase usia memiliki tugas dan tahapan perkembangan. Para ahli dan ilmuwan telah menggolongkan berbagai tahapan perkembangan anak. Dengan memahami tahapan perkembangan setiap fase usia anak, ayahbunda bisa lebih memahami kebutuhan anak, permasalahan dan cara mengatasi masalah yang timbul. Meski tetap berpegang pada kekhasan yang dimiliki sang anak.
Persiapkan Kemandirian Anak.
Saat masuk sekolah, berarti anak tidak lagi selalu bergantung pada ayahbunda. Ia secara perlahan mulai belajar mandiri. Anak diharapkan telah mampu memenuhi tuntutan kemandirian pada setiap fase usianya. Misalnya, anak yang akan masuk sekolah dasar diharapkan telah lulus toilet training, siap untuk mengikuti aturan dan tata tertib, serta tidak tantrum lagi.

Nah, kalau diatas persiapan jangka panjang, berikut persiapan untuk jangka pendeknya.

Atasi Kecemasan.
Sedikit banyak akan ada kecemasan saat memasuki lingkungan baru. Kurangnya informasi bisa meningkatkan kecemasan. Jadi, perbanyaklah informasi tentang sekolah yang dituju. ayahbunda bisa menggali banyak informasi dengan bertanya pada pihak sekolah, membaca aturan dan tata tertib sekolah. Bila perlu, ayahbunda dapat mengajak anak membayangkan perjalanan yang akan mereka lalui menuju sekolah.

Persiapan Keperluan Sekolah.
Sebaiknya anak dilibatkan dalam menyiapkan segala keperluan sekolahnya. Sesuai dengan fase usianya, anak bisa menyiapkan seragam, alat tulis dan kebutuhan lainnya. Dengan demikian diharapkan anak memiliki semangat dan tanggung jawab.

Demikian sekelumit persiapan menjelang masuk sekolah. Selamat membersamai anak tersayang dan rasakan nikmatnya belajar. 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *