Walk Baby, Walk…

Assalamu’alaikum…

Apakabar, bunda sayang? Hari ini apa yang dilakukan anak-anak, bun? Selalu ada kejutan yang diberikan anak-anak. Bukan begitu? Coba saja perhatian hal-hal kecil sekalipun dapat membuat kita terkagum, haru biru, tersenyum atau berkerut kenibng. Apapun itu, nikmati dan syukuri ya, bun. Belum tentu setiap bunda merasakan kenikmatan ini.

Beberapa hari ini saya sedang menikmati masa belajar berjalan Fatih (11 bln). Alhamdulillah sudah sekitar sepekan ini, Fatih mulai bisa berjalan 2-3 langkah… Yeay… Senangnya. Fatih masih berjalan dengan ragu. 2, 3 langkah… Jatuh… Bangun, jatuh lagi… Semangat Baby!

Bila dilihat dari tugas perkembangan motoriknya, memang sudah masanya untuk berjalan. Pada usia ini, otot-otot dan tulang kaki mulai kuat. Punggungnya pun demikian. Kemampuan duduk, merangkak yang dilakukan selama ini membuat otot kaki dan punggungnya kuat.

Langkah pertama

Langkah pertamanya masih ragu dan khawatir jatuh. Belum juga sempurna kakinya bergerak. Terkadang masih limbung dan jatuh terduduk. Saya tidak tahan melihat senyum manisnya setiap kali ia berhasil melangkah. Go baby go. Fatih melangkah untuk pertama kalinya.

Proses ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang mendahuluinya. Bahkan dimulai sejak bayi dilahirkan, melalui masa mengangkat kepala, tengkurap, duduk, merangkak. Semua kegiatan tersebut membentuk otot-otot, syaraf dan tulang yang kuat untuk tahap selanjutnya.

Selain itu, dukungan lingkungan sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, ayah bunda menjadi motivasi dalan mencapai setiap tahap. Bagaimanapun setiap bayi memiliki kemampuan yang berbeda. Selama tidak ada kelainan pada fisik sang bayi, maka hal ini tidak masalah.

Nah, kadang yang buat bunda resah ketika orang lain mulai berkata, “kok belum bisa jalan? “,”Jangan digendong aja”, atau “pakai roda biar cepat jalan”, dan seterusnya, seterusnya… Pernah mengalami ga, bun? Bikin gerah hati ya. Keep cool, bun.

Ingat, kitalah ibunya. Kitalah orang pertama yang menginginkan bayi segera naik level. Kita pula yang mengetahui kemampuan bayi. Dan kitalah di barisan terdepan penyokong segala kebutuhan bayi.

Inipun pelajaran dan pengingat buat saya untuk berhati-hati dalam memberikan komentar. Dan dukungan suami sebagai garda penyejuk hati sangatlah didambakan. Tetap istiqomah dan memohon pertolongan Alloh semata. Untuk para bayi, keep strong and smile. Bunda-bunda… I love you 😍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *