Senyum mu mempesona

Assalamu’alaikum, bunda 😊

Hai, hai… Apakabar? Semoga yang sakit diberikan kesehatan, yang susah diberikan kemudahan, yang lelah diberi kekuatan. Aamiin yaa robbal’alamiin.

Dan semoga apapun yang kita hadapi hari ini, membuat kita tetap tersenyum. Hayuk, senyum dulu yak! Ayo, jangan malu-malu. Tunjukkan senyum terbaikmu, bun. Tarik bibir ke atas sedikit, beri rasa senang… Yeahhh… Senyuuumm. Cakeeeppp, kan 😊😊

Bun, di rumah saya, duta senyum adalah Nadine. Nadine selalu sigap dengan senyumnya. Kalau saya tampak cemberut, dia panggil saya.

“Bunda, bunda…. Senyuuummm”, sambil menunjukkan deretan giginya yang ompong. Tapi senyumnya benar-benar membuat saya meleleh, loh.

Dan sayapun tersenyum karena gayanya yang menggelikan. Nadine bersama saya sehari 24 jam. Jadi dia sudah mengenal suasana hati bundanya. Saat butuh senyuman, keluarlah kata ajaibnya. Pokoknya, Bunda sayang Nadine. Penyelamat bunda dari bete.

Senyum, sepertinya sepele dan mudah ya, bun. Tapi ternyata tidak. Shodaqoh termudah ini seringkali kita lupakan. Coba saja, sehari sudah berapa kali kita tersenyum? atau siapa saja yang kita ajak senyum? Minimal, minimal ya, bun… Senyum buat suami dan anak-anak. Bangun tidur, kasih senyuman manis. Wujud syukur, Alhamdulillah diberi kesempatan bertemu mereka pagi ini. Iya apa iya? Iya dong.

Soal nanti anak-anak berbuat ulah yang menyebalkan, let it go. Nikmati momen ini, bun. Bagus kan, pagi-pagi sudah bersedekah senyuman.

Nah, senyuman ini memberi efek positif, loh. Ternyata saat kita tersenyum pada orang lain, maka orang lain akan merasakan aliran positif dan kebahagiaan. Serius.

Senyum itu menular, bun. Saat kita tersenyum pada orang lain, maka orang tersebut merasakan persahabatan dan kebahagiaan. Dan ia membalas senyuman kita. Selanjutnya ia akan tersenyum pada orang lain, dan begitu selanjutnya sehingga membuat lingkungan positif, penuh keceriaan dan kebahagiaan. Bukankah lingkungan yang menyenangkan akan memberikan pengaruh yang baik? Kita akan merasa nyaman berbelanja, makan, berbincang-bincang, anak-anak bermain dan banyak hal lainnya.

O, ya… Ternyata penelitian pakar neurologi menyatakan kalau senyum dapat mempengaruhi otak, bun. Ketika kita tersenyum, maka kita mengirimkan pesan ke otak yang mempengaruhi kesehatan dan kebahagiaan.

Saat kita tersenyum, akan melepaskan neuropeptides yang bertugas melawan stres. Neuropeptides adalah molekul kecil yang menghubungkan antar neuron-neuron. Selanjutnya mereka akan mengirimkan pesan ke seluruh tubuh tentang perasaan bahagia, sedih, marah, tertekan atau senang. Neurotransmitters — dopamin, endorphin dan serotonin — juga dilepaskan saat senyum mengembang di wajah kita. Nah, tidak hanya membuat tubuh kita relaks, tapi juga menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

Endorphin dapat mengurangi rasa sakit secara alami tanpa efek samping. Dan serotonin, sebagai anti depresan atau pengangkat mood. Dan semuanya bisa kita dapatkan tanpa resep dokter, gratisss!! Just smile!

So, bunda-bunda tersayang, mari kembangkan senyummu untuk orang-orang yang tersayang. Sangat mudah dan banyak manfaatnya. Keep smile!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *