[Resensi] Kartu Cinta Ibu

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Apakabar, ma? Semoga sehat selalu ya. Beberapa hari ini suasana di rumah panas terik. Saya senang karena jemuran cepat kering. Tapi tetap harus waspada menjaga kesehatan. Panas begini maunya dekat sama si ‘ice’. Kalau ga dibatasi, bisa meler deh.

Nah, biasa ma. Sambil menuntaskan baca bacaan yang tebal-tebal itu, saya selingi bacaan ringan untuk anak-anak. Sebelum dibaca mereka, saya baca terlebih dahulu. Lumayan, bikin semangat terus dan menambah wawasan. Buku yang saya cari pun yang aratisan, ma. Ogah rugi ya. Bukan gitu ma, buku anak-anak sudah dilalap. Nah cari di ipusnas memudahkan saya memilih macam bacaannya.

Baiklah, selamat membaca, ma. Semoga bermanfaat.

Judul : Kartu Cinta Ibu

Penulis : Christine Lerin

Ilustrasi : Cinisowen

Penerbit : PT. Kanisius

Jumlah Halaman : 27 Halaman

Harga : Gratis (pinjam ipusnas)

Buku ini berkisah tentang hubungan anak perempuan dan ibunya. Seorang anak yang bernama Talia, memiliki ibu yang bekerja setiap hari. Pada suatu saat, Talia merasa ibunya tidak memperhatikannya lagi. Ibu terlalu sibuk dan lebih mementingkan pekerjaannya.

Saat pulang sekolah, Ibu akan menelpon Talia di rumah. Ibu bertanya tentang kegiatan Talia di sekolah. Namun, hari itu Talia tak ingin menerima telpon ibu. Ia merasa kesal dan berpikir pastinya pertanyaan ibu sama seperti hari-hari kemarin.

Tiap hari ibu membuat kartu ucapan untuk Talia. Talia tidak pernah membacanya. Ia merasa malas. Iaa selalu berpikir, ibu sama seperti hari kemarin, lebih mementingkan pekerjaannya.

Suatu waktu, ibu harus bekerja keluar kota. Talia tinggal di rumah bersama papa dan mbak Sri (asisten rumah tangga). Hari bergulir dan berganti, Talia masih tidak mau memperdulikan ibunya.

Beberapa hari kemudian, Ibu pulang dan ayah menjemput ke bandara. Talia tidak ikut dan memilih bersama mbak Sri di rumah. Nah, apa yang terjadi pada Talia selanjutnya? Apakah Talia dan ibu berbaikan?

Ingin tahu jawabannya? Semua ada di dalam buku ini.

Buku ini bagus buat anak-anak. Ilustrasinya memanjakan mata dan memudahkan dalam memvisualisasikan tulisan. Ide ceritanya pun sederhana dan ringan, namun mudah diterima anak. Bagi anak yang tinggal bersama ibu yang bekerja di ranah publik, buku ini mengajarkan untuk selalu bersikap positif terhadap ibu dan memahami kegiatan ibu. Dan terutama menerima ibu dengan kelebihan dan kekurangannya.

Sedangkan bagi anak dengan ibu di ranah domestik, buku ini mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih atas segala kasih sayang yang ibu berikan.

Dan bagi para ibu, atau orangtua umumnya, buku ini melihat sosok ibu dari kacamata seorang anak. Tentang kebutuhan anak akan perhatian dan kasih sayang tidak semata memberikan materi. Terkadang orangtua sudah banyak memberi, tapi anak selalu merasa kurang. Hal ini mungkin karena orangtua tidak memberi yang anak butuhkan.

Rangking : ⭐⭐⭐⭐⭐

Selamat membacakan buku, ma. Salam sayang untuk yang disayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *