Catatan Ringan

Main Hujan

Masyaa Alloh. Saya selalu menyukai air hujan. Terlebih saat hujan pertama turun, bau khas tanah, bau humus begitu sangat harum di penciuman saya. Bagaimana proses hujan turun ke bumi telah dijelaskan dalam al Quran surah An Nur ayat 43. Al Quran menjelaskannya 1400 tahun sebelum para ilmuwan barat mengetahuinya.

Bagi kami sekeluarga, hujan artinya waktunya bermain. Ya, saat hujan turun, apalagi hujan besar, serta merta anak-anak berlarian keluar rumah atau bersepeda menikmati cucuran air hujan. Kegiatan ini dilakukan oleh kakak yang besar, hingga dede bayi. Meski dengan durasi waktu yang berbeda tentunya. Saya mempercayakan pada mereka untuk mengukur kemampuan sendiri. Bila dirasa sudah kedinginan, tak mampu bermain lagi, mereka akan masuk rumah sendiri. Pelajaran ini dimaksudkan juga agar mereka mengenali tanda-tanda tubuh saat mengalami kedinginan. Dan tentunya inisiatif untuk mengamankan diri sendiri.

Pada awalnya, para orangtua kami atau para kakek nenek anak-anak tak setuju dengan kegiatan kami. Tak jarang, setelah kami kirim foto main hujan, langsung bereaksi dengan beragam komentar, terutama komentar yang tak sejalan dengan tujuan kami. Terutama kekhawatiran mereka bila cucu-cucunya sakit setelah bermain hujan. Alhamdulillah, sejauh ini mereka tidak sakit setelah bermain hujan.

Perlahan kami yakinkan, hujan adalah rahmat dan kita pun perlu menikmati serta mensyukurinya. Tidak mengutuk dan menyesalkan turunnya hujan. Belakangan kami ketahui, ternyata begitu banyak manfaat dari air hujan. Masyaa Alloh, air inilah rahmat dari Alloh Ta’ala.Tak ada kesia-siaan dari kehadirannya di tanah bumi ini.

Main hujan bersama saudara sepupu di kampung

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *