Virtual conference: Partisipant

Pekan kedua kegiatan virtual conference semakin meriah. Gegap gempita semangat para speaker terasa di seantero jagad maya. Timeline FB dipenuhi flyer hexagonia yang menebar manfaat. Masyaa Alloh kita diberi kesempatan belajar banyak di tengah keterbatasan ini.

Saya pun berbung-bunga dan mengincar beberapa materi yang dibutuhkan. Ahh…senangnya.

Apa saya yang saya peroleh?

Alhamdulillah saya menjadi partisipant pada 3 speaker. Pertama, tentang ice breaker, bukan ice breaking ya, gaes. Hehehe… Materi ini disampaikan mba Niya Nuryanti di IG live cityhexagon. Materi yang disampaikan mba Niya seperti melengkapi materi yang telah saya baca sebelumnya. Saya akan memanfaatkannya kala melakukan sesi pemberian materi suatu saat nanti. Insyaa Alloh.

Selanjutnya, kulwhap permainan literasi bersama mba Yulianti. Seru dan ternyata mudah sekali melakukannya. Materi ini saya ambil karena saat ini saya sedang fokus menumbuhkan literasi pada nak-anak. Sebagai salah satu upaya saya menjauhkan dari gawai.

Kulwhap lain yang saya ikuti adalah mudah belajar membaca bersama mba Laili L. Solihat. Saya ambil materi ini untuk mengajak nak gadis yang akan masuk SD tapi susah sekali diajak belajar membaca.

Alhamdulillah semuanya sangat bermanfaat. Saya pun tak sabar ingin langsung mempraktekkannya.

Selebihnya, saya menjadi kupu-kupu yang keluar masuk dari satu ruang ke ruang lain. Atau menjadi bumblebee kala hati perlu melipir.

Apa yang saya siapkan untuk menjadi partisipant?

Menjadi partisipan pun memerlukan persiapan seperti halnya menjadi seorang speaker, meski tak terlalu berat persiapannya. Ini yang saya lakukan:

1. Cek jadwal tayang para speaker incaran, set alarm

Penting banget, kalau terlewat rasanya kurang afdol. Hahaha. Coba deh, akan terasa beda auranya saat menonton siaran langsung dan siaran tunda.

2. Siapkan kondisi keluarga

Saya memerlukan konsentrasi saat menyimak materi yang disampaikan pemateri. Bila tidak memungkinkan anak-anak ikut serta menyimak, maka saya harus mempersiapkan kegiatan lain.

3. Siapkan rencana B

Menjadi ibu pembelajar harus selalu membuat rencana cadangan. Saya pun menyadari, perlu kesabaran dalam melakukan semuanya. Jadi, kalau ternyata tidak memungkinkan mengikuti hingga 1 jam penuh, ikhlas dan bersabar.

Bagi saya menyimak 1 jam penuh itu adalah kebahagiaan tersendiri. Kenyataannya, seringkali tidak bisa mengikuti secara penuh. Iklan dan interupsi tak bisa saya hindari.

Bila keadaan tak lagi bisa diajak kompromi, saya memilih mengalah, melipir. Dan mengajak serta para pemecah perhatian untuk memenuhi keinginan mereka 😄

Bagaimanapun, merekalah prioritas utama saya. Mereka support sistem tanpa pamrih yang selalu ada bersama saya. Love my family team.

Trus, udah gitu? Nanggung ga dapat ilmunya?

4. Kembali lagi saat kondusif

Yap, saya akan kembali lagi menengok sang pembicara, menyaksikan siaran tundanya. Terkadang muncul insight baru, loh. Aahh… senangnya. Teknologi memudahkan kita, selama kita mencari jalan dan berusaha.

Pekan depan ngapain?

Pekan depan adalah pekan terakhir virtual conference. Apa yang akan saya lakukan? Yang jelas, masih sama. Menjadi partisipan, butterfly dan bumblebee. Speaker? Let’s see. Semoga akan datang masa terbaik untuk itu.

Keep on fire, hexagonia 💖💖💖

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *