Bunda Produktif Ibu Profesional Jurnal

Open Space yang Double Extra Miles

Haiii… pekan terakhir Open Space masih diwarnai serunya Virtual Conference. Dan di pekan ini saya berkesempatan menjadi speaker. Alhamdulillah berjalan dengan lancar meski diwarnai sedikit ketegangan. Biar seru kali ya, harus tegang dikit. Hihihihi

Inilah materi yang saya sampaikan dalam Hexagon City Virtual Conference Kasih Sayang Dalam Komunikasi Pasutri. Saya merasa masih belum tuntas dalam mengupas tema ini. Insyaa Alloh bila ada kesempatan sangat ingin meneruskan kembali.

Saya sangat bersyukur selama 3 pekan Virtual Conference banyak didukung anak-anak dan suami. Bahkan saat Kak Inggil Winarsih membawakan tema cara berwudu dan kisah Bilal bin Rabah, nakanak setia didepan layar melihat kak Win membawakan materi.

Dan saat saya menjadi speaker, paksu pun turut menyebarkan flyer saya. Duh, malu sebenarnya. Tak luput, keluarga besar saya turut hadir meramaikan conference. Masyaa Alloh, terharu. Barokalloh fiikum, semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat.

Hey, ada cerita lain juga di pekan ini.

Dibalik hiruk pikuknya Virtual Conference, kegiatan proyek CH tetap harus berjalan. Sayangnya, 2 pekan terakhir ini saya merasa kehilangan booster. Awalnya berharap mendapat suntikan semangat dari teman-teman CH. Tapi tampaknya mereka pun sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Pekan ini, CH kami mendapat kunjungan dari Bu Walkot, Ka Sekjen, dan Bu Gubernur BUMH. Kedatangan mereka memberikan semangat pada kami. Kami didorong untuk bisa mencapai BEP. Sayangnya, saya tidak bisa ikut saat itu karena berbarengan dengan jadwal conference saya.

Dan aliran rasa saya ternyata ditanggapi berbeda oleh teman-teman CH. Aliran rasa yang berujung pada feedback peran kepemimpinan di CH. Sejatinya, ini adalah hal yang tidak saya harapkan. Entahlah, bagi saya menasihati pemimpin lebih baik dengan cara tersembunyi, tanpa diketahui yang lain. Dan kami pun akhirnya mencari pemimpin baru. Saya sudah wapri pemimpin lama, tapi tampaknya tak mengubah keputusannya untuk mundur. Saya merasa kita membuang energi di saat harus fokus di akhir zona kelas bunda produktif.

Bagaimanapun, kata telah terucap, langkah telah ditetapkan, saya siap mendukung siapapun pemimpin baru kami. Mari gapai HEE bersama, CH 7 Kepenulisan.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *