Artikel Ibu Pembaharu Ibu Profesional

Apa Yang Perlu Dilakukan Untuk Membangun Teamwork Yang Efektif?

Teamwork adalah hal yang familiar bagi kita. Seringkali informasi akan pentingnya membangun tim di sampaikan dalam organisasi, komunitas, perusahaan bahkan dalam kegiatan bisnis. Tahukah kamu, tim terkecil adalah keluarga. Keluarga juga tim? Iya dong, kalau bersinergi dalam mencapai tujuan yang sama. Membangun tim yang efektif membutuhkan beberapa hal yang harus dijalankan bersama. Berikut penjelasan tentang Elemen Membangun Tim yang efektif.

Komunikasi Terbuka

Komunikasi merupakan jendela pertemuan antar anggota tim untuk saling mengenal, bertukar pikiran, menyampaikan informasi, mengungkapkan rasa dan menjelaskan suatu permasalahan. Dan bagi saya, komunikasi tak hanya sebatas tulisan, atau percakapan saja. Komunikasi adalah apa yang dinyatakan dalam bahasa verbal dan non verbal.

Bahasa non verbal bisa tampak dalam senyuman, tarikan bibir, kerlingan mata, body language, gesture, mimik wajah dan hal lain yang mengiringi sebuah komunikasi. Dan tahukah kamu, kekuatan komunikasi ada pada empati. Empati membuat kita tidak berasumsi dan juga membuat kita selalu berpikir positif. Nah, biasanya kalau aliran komunikasi tidak lancar akan mempengaruhi hubungan dalam tim, loh. Dalam situasi saat ini, dimana kegiatan banyak dilakukan secara daring, maka komunikasi menjadi tantangan dalam membangun tim yang effektif.

Peran dan Tugas

Peran dan tugas yang jelas akan membuat tim efektif. Peran ini dapat ditentukan berdasarkan keahlian, produktivitas, dan komitmen. Namun, ini pun tidak bersifat kaku. Bisa saja seseorang beralih peran dan tugas ke bagian lain seiring perkembangan keahliannya, misalnya. Sebuah riset oleh Ferdinand Fournies tahun 2000 yang lalu mengungkapkan penyebab anggota tim tidak menjalankan peran seperti yang diharapkan adalah karena mereka tidak aware dengan apa yang diharapkan sejak awal. Jadi, penetapan peran dan tugas perlu disampaikan dengan lugas dan terbuka. Dengan peran yang jelas ini pun, maka pemetaan prioritas dan pengembangan diri anggota tim semakin jelas. Dan akhirnya, tentu saja semua kemampuan anggota tim dapat dieksplorasi dengan maksimal.

Keragaman Anggota Tim

Yes, keragamana bisa menjadi perpecahan dalam tim. Namun jika mampu diolah dan dimanfaatkan dengan baik, keragaman ini dapat menjadi kekuatan sebuah tim. Keragaman budaya, bahasa dapat menjadi navigasi dalam memperluas jejaring tim. Dengan demikian, kegiatan atau program tim dapat diterima oleh beragam latar belakang. Aniway, keragaman adalah strategi yang baik dalam membangun tim. Dan cara terbaik membangun tim yang beragam adalah dengan memjadikan inklusivitas sebagai bagian dari pengambilan keputusan.

Trust

Trust alias kepercayaan merupakan landasan dalam berinteraksi antar anggota tim. Dengan kepercayaan inipun memunculkan saling ketergantungan tim yang unik, transparan hingga terbangun chemistry dalam tim. Dengan kepercayaan ini pun tidak saling menunggu, tidak menduga-duga saat terjadi kesalahan, tapi langsung mengakui dan memperbaiki kesalahan. Dengan trust juga kita saling bebagi bahagia, menikmati perjuangan bersama, hingga akhirnya bukan sekedar tim tapi sebuah keluarga.

Sebaliknya, pada tim yang kurang memiliki trust maka yang cenderung terjadi adalah rasa curiga, saling sikut, dan miskomunikasi. Keadaan ini tentu saja berpengaruh pada kinerja tim.

Orang yang berada dalam tim dengan tingkat TRUST tinggi akan memunculkan anggota yang kritis dan kreatif

Mekanisme Problem Solving

Mekanisme penyelesaian masalah yang baik akan mendukung kinerja tim yang baik pula. Dengan sebuah mekanisme yang baik, maka tim akan tetap tenang dan profesional saat berada dalam konflik. Mereka menyadari bahwa keberhasilan dan kegagagalan adalah tanggung jawab bersama. Dengan mekanisme problem solving yang baik, tim akan semakin termotivasi saat menghadapi tantangan. Dan tentu saja ceria menapaki apapun yang akan terjadi di hadapan nanti, karena keyakinan bahwa setiap masalah akan diselesaikan dengan bijaksana.

Tampaknya begitu mudah melakukannya. Bagaimana melaksanakannya? Kita harus jadi tim untuk merasakannya. Hehehe… Yuk, bangun tim yang solid, bangun tim yang efektif. Kita mulai dengan membangun tim dalam keluarga kita. Kutunggu ceritamu di sini!!!

Kebaikan Yang Tidak Terorganisir Akan Kalah Oleh Kejahatan Yang Terorganisir

Ali bin abi thalib

Anda mungkin juga suka...

1 Komentar

  1. […] membangun tim yang efektif. Perlu usaha untuk menciptakan soliditas tim seperti cerita tentang Membangun Tim Yang Efektif. Bagaimana? Penasaran kah dengan aksi kami selanjutnya? Tahan dulu. Tunggu postingan selanjutnya, […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *