Ibu Pembaharu Ibu Profesional Jurnal

Review 3: Membahas Anemia Sebagai Masalah

Bismillaah. Alhamdulillah, kita masuk pada tugas berikutnya dari perkuliahan Ibu Pembaharu. Apa itu? Yup, seperti biasa, kita akan membuat review atas jurnal teman. Review lagi? Buat apa siy? Ga seru tahu? Eittss… jangan salah, mereview mweubakan salah satu hal yang saya sukai. Dengan mereview jurnal teman, saya berkaca pada jurnal yang sudah saya buat. Hihihi… iya, secara tidak langsung, saya pun mengeveluasi apa yang sudah saya tulis dalam jurnal. Dimana yang harus diperbaiki dan dilakukan pada jurnal berikutnya. Selain itu, dengan review saya pun menambah wawasan pengetahuan. Seringkali, terutama dari 3 jurnal yang sudah saya review, mereka membahas masalah yang berbeda dengan yang saya angkat. Tentu saja, ini memberi saya kesempatan untuk belajar lagi, lagi dan lagi.

Baiklah… langsung saja, kali ini saya bertemu dengan Mba Windar sebagai buddy review saya. Senangnya hatiku. Ia membahas problem statement tentang anemia. Secara pribadi, anemia begitu dekat pada saya. Saya merasa sepanjang hidup anamia. Bahkan saat sekarang, ketika massa tubuh bertambah pun masih anemia. Ternyata anemia tidak berkorelasi dengan BB kah? Waktu masih gadis dulu, mengatasi anemia dengan meminum suplemen tambah darah. Tapi yang terjadi saya gatal-gatal seharian kadang lebih, akibat suplemen tersebut. Hahaha…

Ternyata dari pembahasan Mba Windar, saya baru tahu kalau anemia bisa berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Mmm… saya jadi berpikir. Jangan, jangan… ini yang membuat saya terkadang lola alias loading lambat saat mencerna masalah. Hehehe… alesan…

Anyway, kembali ke jurnal mba Windar. Saya bisa melihat mba Windar dan Tim telah berusaha mendalami masalah dengan starbursting. Dengan menggali lebih dalam, menggunakan 5W 1H. Masyaa Alloh, akhirnya bisa teridentifikasi problem statement tim mba Windar.

Hanya ada sedikiiiiit saja yang menurut saya belum dimasukkan sebagai pertimbangan penetapan starbursting, yaitu data penderita anemia, data tentang apa yang dirasakan penderita anemia, lalu anemia menurut para ahli. Semoga dengan melengkapi ini, maka akan semakin tajam probstate yang diambil. Semangatttt,Mba Windar.

Menuliskan dinamika diskusi tim dalam jurnal memang memerlukan effort tersendiri. Terkadang kita kesulitan menuangkannya dalam kata-kata. Saya pun merasa kesulitan di sini. Eniwey, tak ada salahnya kita coba, yuks! Agar jurnal kita bernyawa dan lebih dinamis. Menurut saya demikian, mba. Menurut kamu gimana? atau ada yang punya penilaian lain?

Mba Windar, inilah review jurnal mba ala saya. Mohon maaf atas salah tulis atau salah penger. Semata mata, yang benar dari Alloh dan yang salah dari kekurangan ilmu saya. Ter

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *