Ibu Pembaharu Ibu Profesional Jurnal

Belajar Self Control dan Cara Melakukannya

Dalam rangka persiapan milestone 1 Rumah Bijak Digital, saya mempelajari lebih jauh tentang Self Control agar semakin kuat pijakan untuk melangkah. Semangaatttt menggunakan perangkat digital dengan bijak,yuk!

Pengertian Self Control

Self Control adalah keyakinan seseorang bahwa ia dapat mencapai hasil-hasil yang diinginkannya melalui tindakannya sendiri. Ada juga yang mengartikannya sebagai kemampuan untuk menangguhkan kesenangan naluriah langsung dan keputusannya itu semata untuk mencapai tujuan masa depan yang dinilai secara sosial lebih baik.

Seseorang menggunakan self control untuk tujuan jangka panjang, sengaja menghindar dari perilaku yang biasa dikerjakan dan menggantinya dengan perilaku yang tak biasa atau kesenangan yang sifatnya tidak segera dirasakan secara langsung.

Dimana Self Control Berada?

Dalam anatomi organ otak, Self Control dilaksanakan oleh Pre Frontal Cortex. Pre Frontal Cortex ini bertanggungjawab dalam perencanaan, organisasi, pengendalian impuls dan belajar dari kesalahan. Seorang Doktor di Amerika, Dr. Fidelma melakukan riset tentang pre frontal cortex. Dan ia menemukan bahwa, pada kondisi atau posisi normal, darah tidak dapat memasuki urat syaraf dalam otak. Dan darah dapat masuk pada posisi sujud, sehingga darah masuk ke otak. Tentu saja, fungsi pre frontal cortex akan optimal dalam mengambil keputusan. Jadi, sederhana sekali ternyata, untuk menstimulasi pre frontal cortex ini dilakukan dengan sering bersujud alias sholat. Masyaa Alloh. Betapa Alloh Ta’ala begitu sayang pada manusia.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Sumber https://rumaysho.com/15894-renungan-09-ketika-sulit-dan-butuh-pertolongan-segeralah-shalat.html

Tidakkah manusia bersyukur atas karunia Alloh Ta’ala. Ahhh, saya tak kuasa menahan titik air di ujung mata. Alloh Maha Sayang, tapi kita yang lalai dan abai dengan ayat-ayatnya. Baiklah, kita lanjutkan.

Jenis Self Control

Ada berbagai macam jenis Self Control, loh. Yuk disimak ya!

  1. Over control, yaitu kontrol diri yang terlalu berlebihan terhadap stimulus yang datang. Akibatnya seseorang akan cenderung kurang mampu mengekspresikan diri dalam menghadapi berbagai situasi
  2. Under control, yaitu kontrol diri yang lepas begitu saja, cenderung impulsif, kurang pertimbangan dalam mengambil keputusan
  3. Appropiate control, yaitu upaya mengendalikan impuls dengan cara yang tepat atau bijak. Dalam perilaku pun akan memberikan dampak negatif yang kecil. Inilah jenis self control yang diharapkan. Bukan hanya menantu idaman, tapi juga ibu idaman.

Kebayangkan, kalau kita tengok beberapa berita di media sosial tentang seseorang yang tiba-tiba mengamuk terhadap aparat keamanan, atau melempar barang pada orang lain. Self control ini diuji saat kita berada dalam kondisi lelah, capek, stres, putus asa dan segala macam kesulitan hidup lainnya. Betapa bergunanya self control ya, kan? Saya pun berkaca, bagaimana dengan diri ini? lalu bagaimana anak-anak melihat saya sebagai ibunya saat saya under control. Astaghfirullah. Mohon ampun ya Alloh.

Sekarang saya sedang bertekad menjadi insan yang lebih baik. Dimulai dengan langkah kecil untuk Self control dalam penggunaan perangkat gawai dan laptop. Bismillah.

Nah dari sekian pemahaman saya tentang Self Control, berikut hal yang saya lakukan untuk melaksanakan, yuk, simak di bawah ini ya!

Perbanyak sholat dengan khusyu

Luruskan niat semata melakukan ini karena ingin menjadi manusia yang diridhoi Alloh Ta’ala. Keberhasilan ini semata atas ijin Alloh Ta’ala. Prioritas adalah memperbanyak sholat, maksudnya melaksanakan sholat tak hanya yang wajib, 5 kali sehari. Tapi juga konsisten menjalankan shola-sholat sunnah lainnya. Lakukan dengan khusyu dan berserah pada Nya. Semoga Alloh Ta’ala mudahkan segala urusan. Aamiin.

Mendata Peran dan Penggunaan Gawai

Saya akan mendata peran apa saja yang saya emban saat ini lalu berapa lama pemakaian gawai atau laptop yang saya butuhkan untuk menjalankan setiap peran itu. Bagaimanapun saya harus realistis, waktu hanya 24 jam tak bisa asal menerima amanah. Dan saya akan mulai memilah, mana yang bisa ditinggalkan dan mana yang tidak bisa ditinggalkan. Meski berat, tapi saya harus fokus. Iya ga? Kalau di peran tersebut tak pernah bisa berperan aktif, lalu untuk apa?

Membuat Jadwal Harian

Rasanya saya perlu menata kembali beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari, agar damai hidup ini. Hehehe. Bukankah kita sering tersadar, tiba-tiba sudah malam, tapi tak ada hal produktif yang dilakukan? Maka waktu berjalan tanpa disadari dan kita kehilangan keberkahan dari waktu tersebut. Semangat kembali mengatur ulang jadwal., pas sekali dengan momen anak-anak mulai pertemuan tatap muka di sekolah. Semoga bisa konsisten. Aamiin.

Menetapkan Pengertian Bijak Berperangkat Digital Bersama Keluarga

Mau tak mau, kami menyadari bila kehidupan saat ini tak bisa lepas dari penggunaan perangkat digital. Namun, apakah sudah sesuai dengan peruntukkannya? Apakah durasinya telah sesuai dengan yang disarankan para ahli? Apa kebermanfaatan yang diperoleh dari perangkat digital tersebut?

Kenapa bawa keluarga? Karena merekalah lingkaran terkecil dalam kehidupan saya. Mereka lah yang akan terdampak langsung dengan apa yang saya lakukan. Keluarga adalah support system yang utama.

Semoga dengan 4 cara tersebut, membuat saya konsisten dalam menerapkan self control ini. Mohon doanya, ya.

Kamu berminat ikut melaksanakan kegiatan di atas? Yuks, menjadi diri lebih baik!

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *